Reformasi Birokrasi sangat membutuhkan efektivitas tinggi dari kinerja setiap organisasi atau departemen untuk mencapai standard dan target kinerja yang diwajibkan! Tuntutan akan kebutuhan organisasi yang berkinerja tinggi menjadi lebih tinggi dibanding era sebelumnya. Guna mewujudkan hal tersebut maka setiap lembaga, organisasi maupun departemen pemerintah harus mampu memfasilitasi peningkatan dan penyesuaian keahlian setiap sumber daya manusia yang ada.
Bagian pengembangan SDM dalam organisasi atau departemen bertugas untuk menyediakan program-program pendukung kinerja yang efektif dan berdaya guna. Program-program pendukung tersebut haruslah tersusun sesuai dengan kebutuhan organisasi guna mencapai target kinerja lebih efektif. Development Need Analysis / Training Need Analysis adalah metode yang digunakan untuk menyusun sebuah kurikulum yang efektif terhadap pencapaian tujuan organisasi atau Visi Misi.
Tujuan Pelatihan :
- Mengidentifikasi kebutuhan keahlian staf berbasis kebutuhan Organisasi dan kebutuhan individu yang berbasis kompetensi sesuai semangat Reformasi Birokrasi.
- Memilih metode yang relevan untuk digunakan dalam mengidentifikasikan dan mengumpulkan data kebutuhuan program pelatihan.
- Mengidentifikasikan dukungan lingkungan kerja yang diperlukan untuk mengoptimalkan proses dan hasil pelatihan, serta melakukan proses evaluasi hasil TNA untuk pengembangan mutu berkelanjutan.
- Mengembangkan modul pembelajaran (development) secara terintegrasi mulai dari Intervensi Tim Kerja baik di level Organisasi, Unit / Kelompok Kerja maupun di level Individu dengan menentukan dan memilih pendekatan yang sesuai: Training / Workshop, Penugasan, Coaching / Mentoring / Counceling dan Knowledge Sharing
Materi Pelatihan :
- Mengenal skema besar TNA dan kaitannya dengan Proses Reformasi Birokrasi.
- Teknik untuk melakukan Identifikasi Kebutuhan dalam TNA.
- Tahapan dalam melakukan proses penyusunan Kurikulum yang menggunakan TNA.
- Identifikasi Kebutuhan pengembangan program.
- TNA berdasar Standar Kompetensi.
- Identifikasi Pengembangan Tim Kerja dan Individu berdasarkan kematangan dan kemandirian bawahan / individu.
- Penyusunan modul intervensi pengembangan / TNA : Perilaku Organisasi, PerilakuKelompok / Tim Kerja dan Perilaku Individu.
- Perancangan pendekatan integratif terhadap program intervensi pengembangan : Sosialisasi, Training, Workshop, Task Force &Penugasan, Coaching / Mentoring / Counceling, dan Knowledge Sharing.
- Transfer of Training : dukungan lingkungan kerja untuk optimalisasi hasil / evaluasi pelatihan.
Metode :
- Half day (4 jam), 13.00 – 17.00.
- Komposisi 20% pemahaman, 80% praktek.
- Tahap pemahaman konsep dan tahapan dalam TNA.
- Praktek seluruh tahapan dalam proses penyusunan Program menggunakan TNA, termasuk penggunaan beberapa tools utama.
- Guna penyerapan materi secara maksimal, workshop dibawakan dengan santai, fun dengan tetap mengutamakan kualitas.
Trainer / Fasilitator :